Tuesday, September 26, 2006

Anak Sulit Makan? Kurangi Susu!


Sulit makan! Ini sering terjadi pada anak-anak. Orangtua pun puyeng.
Boro-boro menghabiskan makanan yang sudah dimasak dengan susah payah,
menyuapkan sesendok demi sesendok saja bueratnya bukan main.
Bagaimana mengatasinya?

Anak yang sulit makan bukan monopoli masalah para ibu di negeri kita. Cuma
satu kali mengeklik search engine di internet dengan kata kunci eating
problem, syuut ... langsung terpampang puluhan situs web yang memaparkan
kesulitan makan pada anak di planet ini. Dari situs tersebut ada sebuah
situs yang menarik. Isinya, berbagi rasa diantara para orangtua yang
anak-anaknya sulit makan.

Salah satunya, pengalaman Rhonda di Kanada.
"Dua anak lelaki saya berumur tiga dan lima tahun. Saya khawatir sekali
karena tubuh mereka lebih kecil dibandingkan dengan teman-temannya. Mereka
sangat pemilih soal makanan. Setiap makanan, yang saya masak dengan
pertimbangan memenuhi standar gizi yang baik, selalu dikomentari 'Iiih'.
Mereka menolaknya. Bagaimana agar mereka mau makan selahap kalau dibawa ke
restoran fast food? Bagaimana pula agar mereka tidak selalu memilih makanan
siap santap dari supermarket? Bagaimana membuat mereka mau mencoba makanan
lain, bukan yang itu-itu saja?"

Apakah Anda memiliki pengalaman dan pertanyaan serupa? Mari kita coba cari
jawabannya

Kurangi susu
Faktor kesulitan makan pada anak, menurut dr. Eva J. Soelaeman, SpA,
spesialis gastrohepato nutrisi anak dari RSIA Harapan Kita, Jakarta, bisa
karena terlambat mengenalkan makanan padat pada si anak. Saat ia mulai
diperkenalkan pada makanan kasar (usia setahun), saat itu juga seharusnya

susu mulai dikurangi, maksimal 1 - 2 gelas sehari.
Namun, orangtua cenderung kurang sabar memberikan makanan kasar. Akhirnya,
daripada perut si anak tidak kemasukan makanan, diberikan saja susu
melebihi jumlah yang semestinya.

Dengan memperkenalkan aneka jenis bahan makanan, diharapkan anak semakin
terbiasa dengan makanan rumah. Itu tergantung bagaimana pinter-pinter- nya
ibu memberikan makanan bervariasi agar anak tidak cepat bosan. Salah satu
penyebab susah makan, bisa jadi karena makanan sehari-hari kurang variatif.

"Banyak ibu berpendapat, kalau belum makan nasi, (artinya) si anak belum
makan," tambah Eva. "Padahal, makanan sumber energi seperti roti, bakmi,
makaroni, bakpao, dll. bisa sebagai pengganti."

Perlu juga diperhatikan apakah makanannya bergizi seimbang. Artinya,
kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral memenuhi syarat
ilmu gizi dengan porsi disesuaikan kebutuhan dan usianya. Eva mengingatkan,
agar tidak membiasakan makanan untuk anak diberi bumbu MSG sehingga kalau
tanpa itu akan terasa hambar dan kurang enak bagi si anak. Orangtua juga
sebaiknya mengatur menu makanan sehari-hari bagi anaknya, bukan diserahkan
ke pengasuh.

Apa yang dilakukan Ade, ibu dari dua anak yang masih duduk di TK dan SD,
mungkin bisa ditiru. Hampir setiap hari ia berusaha memasak untuk
keluarganya. Menyiapkan makanan sejak subuh sudah merupakan pekerjaan rutin
sejak menikah. Agar menunya bervariasi, ia mencoba membuat daftar menu
selama satu minggu. Untuk minggu berikutnya, ia berusaha tidak mengulang
menu sebelumnya. (intisari)

Kisah Sukses Alfi, Another Young Rising Star


Menurut saya kisah sukses dari Alfi ini cukup menarik untuk disimak. Dia termasuk pelaku bisnis yang menggunakan ilmu street smart, bukan dari buku. Bahkan, kuliahnya pun tidak tamat (ciri-ciri orang sukses?).

Bagi teman-teman TDA alumni Talkshow I bulan Januari 2006 lalu mungkin pernah bertemu dengannya. Sosoknya begitu sederhana. Cuma pakai kaos, celana jeans, sendal jepit dan tas ransel. Tidak ada yang menyangka dia adalah seorang miliarder muda.

Alfi Hendry Sy, seusia dengan saya. Usia saya lebih muda beberapa bulan saja. Tapi, saya memanggilnya Mak Etek (bahasa Minang) atau paman. Kalau di Jawa, istilahnya Pak Lik, ya? Ibunya adalah adik dari nenek saya. Karena nenek saya sudah meninggal, maka ibu dari Alfi ini menjadi pengganti nenek saya.

Menjelang puasa kemarin kami sekeluarga bersilaturahmi ke nenek yang kebetulan sedang berada di rumah Alfi. Saya agak kaget juga. Kok ada mobil van Mercy Viano nongkrong di garasinya. Alfi juga bercerita bahwa dia sekeluarga baru saja pulang dari keliling Eropa. Wow, hari gini beli Mercy dan keliling Eropa! Paman saya ini sudah jadi miliarder nih, batin saya. Lucunya, banyak yang tidak yakin bahwa dialah pemilik mobil itu. Di tempat pencucian mobil dia suka ditanya, "Bossnya kerjanya apa mas?" Jadi, dia malah disangka sopir. "Buat apa sih beli mobil gede begini?", tanya saya penasaran. "Ya buat antar sekolah Sultan sekolah ," jawabnya enteng. Sultan adalah putra pertamanya yang baru masuk sekolah play group.

Semasa kuliah, Alfi berbisnis sesuai dengan hobinya sebagai pencinta alam. Dia menjual perlengkapan pencinta alam (outdoor equipment). Tandike adalah nama tokonya yang berlokasi di sebuah toko sewaan yang sempit di bilangan Cempaka Putih itu. Sekarang jumlah tokonya mungkin sudah mencapai 10-an dengan pusatnya di perempatan lampu merah Seskoal, Cipulir. Saat ini Tandike adalah salah satu sumber outdoor equipment dan safety equipment paling disegani di Indonesia. Perusahaannya banyak mensponsori kegiatan-kegiatan pencinta alam seperti Wanadri dan acara Jejak Petualang di TV 7. Dia bahkan sudah mengimpor langsung produk dari pabrik-pabrik di Eropa dan Amerika. Pak Ferry Iskandar (www.thetrekkers. com), salah satu member TDA di Yogya adalah salah satu distributornya.

Menurut saya, salah satu keunggulan Alfi adalah dia jago strategi, jago berhitung dan nyali yang besar. Saya terkagum-kagum dengan kepiawaiannya untuk mengimpor langsung produknya dari pabrik di Eropa, melangkahi importir di Indonesia dan agen regional di Singapura. Padahal sistem keagenan di Singapura itu sulit di tembus. Pabrik-pabrik di Eropa pasti selalu merujuk ke agen di Singapura untuk pemasaran di wilayah Asia Tenggara. Tapi, Alfi mampu menembusnya. Tidak hanya satu, tapi banyak pabrik di Amerika, Perancis, Jerman, Spanyol dan sebagainya.

Di awal merintis import ini dia mengaku deg-degan juga. Tiap malam gak bisa tidur, katanya. Bayangkan, dia sudah transfer uang lebih dari Rp. 1 miliar dan barangnya belum datang-datang juga sampai 3 bulanan. Hebatnya, dia tidak kenal dengan orang yang di Eropa itu. Hanya berdasarkan keyakinan dari website dan email saja. Nyalinya besar juga. High risk taker.

Mulanya Alfi sudah mengontak perusahaan-perusaha an itu beberapa kali, tapi selalu ditolak entah kenapa. Mungkin terinspirasi oleh sukses bisnis saya melalui website www.manetvision. com, Alfi kemudian mengikuti jejak saya. Melalui Pak Iim Rusyamsi, jadilah website www.tandike. com. Tidak lama setelah punya website, perusahaan-perusaha an di Eropa itu memberikan respon yang positif. Dengan adanya website itu rupanya kredibilitas perusahaannya jadi naik.

Satu lagi kepiawaiannya adalah dalam strategi berhubungan dengan pihak supplier. Awalnya dia adalah distributor dari tas merek Eiger. Lama kelamaan posisinya semakin kuat dan bahkan bisa menekan pihak Eiger untuk melakukan barter dengannya. Caranya, dia melobi pihak Eiger untuk mengambil bahan mentah impor darinya untuk tas yang akan diproduksi. Jadi, keuntungan Alfi jadi dobel. Satu dari penjualan tas, satunya lagi dari keuntungan penjualan bahan mentah ke Eiger. Very brilliant!

Beberapa tahun lalu, di bulan puasa, stok seluruh produk Eiger di Jakarta mengalami kekosongan. Kenapa? Karena semua stok untuk Jakarta sudah diborong oleh Alfi. Akhirnya, terpaksa seluruh outlet di Jakarta membeli kepadanya. Ha ha ha, what a strategy! Ini teorinya nggak ada di buku nih.

Alfi adalah juga seorang yang ringan tangan alias TDA. Beberapa keluarga telah dibantunya. Ada yang diberi modal usaha, ada yang dikontrakkan rumah dan sebagainya. Beberapa waktu lalu, bersama dengan saya, kami membiayai keluarga yang sakit untuk berobat ke Malaysia. Saya punya ide yang akan saya tawarkan kepadanya, yaitu bagaimana caranya meningkatkan perekonomian sanak keluarga melalui pengumpulan zakat, infaq dan shodaqoh dari keluarga lain yang perekonomiannya sudah mapan. Selama ini penyalurannya masih sporadis dan tidak produktif. Itu yang ingin saya ubah, bersama Alfi.

Saya dan Alfi berhubungan akrab sejak kecil sampai sekarang. Kami sering bertukar pikiran dan wawasan bisnis termasuk saling bersinergi. Kemarin, Alfi menelpon saya dan melontarkan ide untuk pulang kampung bersama lebaran nanti. Kalau bisa seluruh keluarga besar kumpul di kampung kami, Bukittinggi. Dia akan kontak sanak famili yang di Jakarta, Jambi, Bengkulu, Bandung dan Malaysia untuk turut serta. Untuk keluarga di Jakarta dia mengusulkan untuk mencarter bis atau pesawat saja. Dia sudah kontak dengan Garuda. Carter pesawat? Boleh aja, asal dia yang sponsorin. He he he... Saya sendiri belum meng-iyakan. Karena keluarga kami sedang menunggu kelahiran putra dari adik bungsu saya dan saya pun berencana berlebaran di Palembang, di tempat mertua.

Demikian sharing cerita saya. Semoga bermanfaat dan menginspirasi. Bila ada yang berminat, insya Allah Alfi bisa saya ajak untuk sharing ilmu dan pengalaman bisnis dengan teman-teman TDA. Mungkin juga nanti bisa terjadi kemitraan dengan member TDA.

Salam FUUUNtastic TDA!

Wass,
Roni,

Kisah Sukses Alfi, Another Young Rising Star


Menurut saya kisah sukses dari Alfi ini cukup menarik untuk disimak. Dia termasuk pelaku bisnis yang menggunakan ilmu street smart, bukan dari buku. Bahkan, kuliahnya pun tidak tamat (ciri-ciri orang sukses?).

Bagi teman-teman TDA alumni Talkshow I bulan Januari 2006 lalu mungkin pernah bertemu dengannya. Sosoknya begitu sederhana. Cuma pakai kaos, celana jeans, sendal jepit dan tas ransel. Tidak ada yang menyangka dia adalah seorang miliarder muda.

Alfi Hendry Sy, seusia dengan saya. Usia saya lebih muda beberapa bulan saja. Tapi, saya memanggilnya Mak Etek (bahasa Minang) atau paman. Kalau di Jawa, istilahnya Pak Lik, ya? Ibunya adalah adik dari nenek saya. Karena nenek saya sudah meninggal, maka ibu dari Alfi ini menjadi pengganti nenek saya.

Menjelang puasa kemarin kami sekeluarga bersilaturahmi ke nenek yang kebetulan sedang berada di rumah Alfi. Saya agak kaget juga. Kok ada mobil van Mercy Viano nongkrong di garasinya. Alfi juga bercerita bahwa dia sekeluarga baru saja pulang dari keliling Eropa. Wow, hari gini beli Mercy dan keliling Eropa! Paman saya ini sudah jadi miliarder nih, batin saya. Lucunya, banyak yang tidak yakin bahwa dialah pemilik mobil itu. Di tempat pencucian mobil dia suka ditanya, "Bossnya kerjanya apa mas?" Jadi, dia malah disangka sopir. "Buat apa sih beli mobil gede begini?", tanya saya penasaran. "Ya buat antar sekolah Sultan sekolah ," jawabnya enteng. Sultan adalah putra pertamanya yang baru masuk sekolah play group.

Semasa kuliah, Alfi berbisnis sesuai dengan hobinya sebagai pencinta alam. Dia menjual perlengkapan pencinta alam (outdoor equipment). Tandike adalah nama tokonya yang berlokasi di sebuah toko sewaan yang sempit di bilangan Cempaka Putih itu. Sekarang jumlah tokonya mungkin sudah mencapai 10-an dengan pusatnya di perempatan lampu merah Seskoal, Cipulir. Saat ini Tandike adalah salah satu sumber outdoor equipment dan safety equipment paling disegani di Indonesia. Perusahaannya banyak mensponsori kegiatan-kegiatan pencinta alam seperti Wanadri dan acara Jejak Petualang di TV 7. Dia bahkan sudah mengimpor langsung produk dari pabrik-pabrik di Eropa dan Amerika. Pak Ferry Iskandar (www.thetrekkers. com), salah satu member TDA di Yogya adalah salah satu distributornya.

Menurut saya, salah satu keunggulan Alfi adalah dia jago strategi, jago berhitung dan nyali yang besar. Saya terkagum-kagum dengan kepiawaiannya untuk mengimpor langsung produknya dari pabrik di Eropa, melangkahi importir di Indonesia dan agen regional di Singapura. Padahal sistem keagenan di Singapura itu sulit di tembus. Pabrik-pabrik di Eropa pasti selalu merujuk ke agen di Singapura untuk pemasaran di wilayah Asia Tenggara. Tapi, Alfi mampu menembusnya. Tidak hanya satu, tapi banyak pabrik di Amerika, Perancis, Jerman, Spanyol dan sebagainya.

Di awal merintis import ini dia mengaku deg-degan juga. Tiap malam gak bisa tidur, katanya. Bayangkan, dia sudah transfer uang lebih dari Rp. 1 miliar dan barangnya belum datang-datang juga sampai 3 bulanan. Hebatnya, dia tidak kenal dengan orang yang di Eropa itu. Hanya berdasarkan keyakinan dari website dan email saja. Nyalinya besar juga. High risk taker.

Mulanya Alfi sudah mengontak perusahaan-perusaha an itu beberapa kali, tapi selalu ditolak entah kenapa. Mungkin terinspirasi oleh sukses bisnis saya melalui website www.manetvision. com, Alfi kemudian mengikuti jejak saya. Melalui Pak Iim Rusyamsi, jadilah website www.tandike. com. Tidak lama setelah punya website, perusahaan-perusaha an di Eropa itu memberikan respon yang positif. Dengan adanya website itu rupanya kredibilitas perusahaannya jadi naik.

Satu lagi kepiawaiannya adalah dalam strategi berhubungan dengan pihak supplier. Awalnya dia adalah distributor dari tas merek Eiger. Lama kelamaan posisinya semakin kuat dan bahkan bisa menekan pihak Eiger untuk melakukan barter dengannya. Caranya, dia melobi pihak Eiger untuk mengambil bahan mentah impor darinya untuk tas yang akan diproduksi. Jadi, keuntungan Alfi jadi dobel. Satu dari penjualan tas, satunya lagi dari keuntungan penjualan bahan mentah ke Eiger. Very brilliant!

Beberapa tahun lalu, di bulan puasa, stok seluruh produk Eiger di Jakarta mengalami kekosongan. Kenapa? Karena semua stok untuk Jakarta sudah diborong oleh Alfi. Akhirnya, terpaksa seluruh outlet di Jakarta membeli kepadanya. Ha ha ha, what a strategy! Ini teorinya nggak ada di buku nih.

Alfi adalah juga seorang yang ringan tangan alias TDA. Beberapa keluarga telah dibantunya. Ada yang diberi modal usaha, ada yang dikontrakkan rumah dan sebagainya. Beberapa waktu lalu, bersama dengan saya, kami membiayai keluarga yang sakit untuk berobat ke Malaysia. Saya punya ide yang akan saya tawarkan kepadanya, yaitu bagaimana caranya meningkatkan perekonomian sanak keluarga melalui pengumpulan zakat, infaq dan shodaqoh dari keluarga lain yang perekonomiannya sudah mapan. Selama ini penyalurannya masih sporadis dan tidak produktif. Itu yang ingin saya ubah, bersama Alfi.

Saya dan Alfi berhubungan akrab sejak kecil sampai sekarang. Kami sering bertukar pikiran dan wawasan bisnis termasuk saling bersinergi. Kemarin, Alfi menelpon saya dan melontarkan ide untuk pulang kampung bersama lebaran nanti. Kalau bisa seluruh keluarga besar kumpul di kampung kami, Bukittinggi. Dia akan kontak sanak famili yang di Jakarta, Jambi, Bengkulu, Bandung dan Malaysia untuk turut serta. Untuk keluarga di Jakarta dia mengusulkan untuk mencarter bis atau pesawat saja. Dia sudah kontak dengan Garuda. Carter pesawat? Boleh aja, asal dia yang sponsorin. He he he... Saya sendiri belum meng-iyakan. Karena keluarga kami sedang menunggu kelahiran putra dari adik bungsu saya dan saya pun berencana berlebaran di Palembang, di tempat mertua.

Demikian sharing cerita saya. Semoga bermanfaat dan menginspirasi. Bila ada yang berminat, insya Allah Alfi bisa saya ajak untuk sharing ilmu dan pengalaman bisnis dengan teman-teman TDA. Mungkin juga nanti bisa terjadi kemitraan dengan member TDA.

Salam FUUUNtastic TDA!

Wass,
Roni,

H. Nuzli Arismal: Sukses Kembangkan Usaha dengan Pendekatan Ibadah

Era Muslim, Rabu, 20 Sep 06 15:40 WIB

Pengusaha Muslim yang juga Ketua Umum KOPPAS Syariah-BMT- Fajar Siddiq, H.
Nuzli Arismal menyatakan, kunci sukses lancarnya suatu usaha bila dilandasi
dengan semangat beribadah, sehingga apa yang kita dapat bukan hanya
keuntungan berupa materi tetapi juga imbalan dari Allah. Langkah-langkah
menjalani usaha yang berpegang pada syariah ini, ia tularkan pada para
pengusaha kecil lainnya yang banyak ia bantu. Bahkan sudah ia tanamkan pada
putranya yang masih kuliah di negara China.

Kiprahnya sebagai pengusaha yang sukses dan kepeduliannya pada pembinaan
pengusaha kecil Muslim, menjadi salah satu alasan eramuslim memilihnya
sebagai salah seorang penerima penghargaan Eramuslim Award 2006.

H. Nuzli Arismal (paling kanan)

Sejak kapan anda mulai berwiraswasta?

Saya mulai berdagang di Pasar Tanah Abang ini sudah lama sekali, sejak tahun
70-an, namun kalau mencoba berbisnis saya sudah lakukan sejak usia 5 tahun
dengan berjualan kue serabi. Untuk bisnis pakaian di Tanah Abang ini, saya
rintis sejak tahun 1977, mulai dari pedagang eceran, sampai pada tahun 1983
saya mempunyai konveksi pakaian.

Kesulitan apa yang anda alami di awal meniti bisnis ini?

Ya pasti ada, tetapi di mana ada kesulitan di situ pasti ada jalan, awal
tahun 1977-1983 saya membuka konveksi kecil (garmen), kemudian berangsur
menjadi besar. Mulai dari 3 unit mesin jahit Butterfly, kemudian bertambah
pada tahun 1986 menjadi 150-an mesin jahit dan waktu itu sudah menjadi
sebuah industri. Dari situlah kemudian mengembangkan sistem pembinaan atau
sistem anak angkat, yang dikembangkan di Jakarta dan Bandung. Dengan cara
memberikan bahan baku, mesin dan kemudian mereka yang menjahitkan.

Sampai sekarang sudah berapa orang anak angkat yang lahir dari sistem yang
anda terapkan?

Sampai sekarang sudah banyak sekali, kalau awalnya dulu hanya ada 6 tempat
konveksi yang rata-rata di dalamnya terdapat 15-20 orang penjahit di wilayah
Jakarta, Bandung, untuk saat ini jumlahnya sudah bertambah lagi dan
dikembangkan di daerah Pekalongan. Untuk produk yang dihasilkan, awalnya
hanya celana untuk pria dan wanita, namun sekarang produksi ditingkatkan
pada pakaian muslim untuk wanita.

Ke mana saja anda pasarkan hasil produksi tersebut?

Sebagian ada yang diekspor, tetapi untuk saat ini paling banyak untuk
konsumsi masyarakat lokal di dalam negeri seluruh Indonesia.

Apa duka yang anda alami selama menjadi seorang pengusaha konveksi?

Suka duka banyak sekali, namanya saja mengurus orang banyak. Memang benar
manajeman yang paling sulit itu adalah me-manage orang banyak, sebab kalau
salah-salah, orang bisa lari dari kita. Karena itu saya mencoba melakukan
manajemen itu dengan pendekatan agama, sehingga menguntungkan semuanya,
semua merasa selalu beribadah. Kita di sini mencoba membangun pola rahmatan
lil alamin, penjahit bekerja karena menginginkan mendapat rahmat, dengan
begitu kitapun akan dengan ikhlas memberikan ongkos yang lebih baik.

Anda belajar bisnis ini dari mana?

Sebenarnya itu semua datang karena karunia Allah, dulu saya tidak pernah
membayangkan untuk menjahit, tetapi sekarang saya bisa memberikan arahan
model ataupun ukuran bagaimana yang cocok untuk dikenakan oleh orang.

Pernah mendapat komplain tidak dari konsumen?

Alhamdulillah sampai saat ini kita tetap mengutamakan kualitas, sehingga
tidak ada yang komplain. Selain itu saya merasa memberikan pakaian kepada
orang lain itu dalam rangka beribadah juga, apabila pakaian itu dapat
menyenangkan, enak dipakai serta tidak mengecewakan yang menggunakannya.

Saya tegaskan kembali apapun yang kita buat, seperti halnya komitmen ketika
sholat "innasholati waanusuuki waamahyaya waamamati lillahirabbilalamin ",
apapun yang kita perbuat atas landasan beribadah pada Allah, ini akan
membuat bahagia.

Bagaimana cara anda membangun interaksi yang baik dengan bawahan atau para
penjahit anda?

Ya kembali lagi pendekatan agama yang dibina, dengan cara mereka kita
berikan pengajian-pengajian , dan saya sendiri yang sering memberikan atau
mengisi pengajian itu. Sebagian besar mereka mau ikut dalam perkumpulan itu,
jarang di antara mereka yang tidak ikut, karena mungkin ada rasa malu juga
dengan yang lain. Tapi saya mencoba keikhlasan mereka untuk ikut bergabung,
sebab kalau hanya dengan alasan malu berarti tidak akan dapat apa-apa dari
Allah sebagai imbalannya.

Jangan sampai ini menjadi sebuah keterpaksaan, membangun diri untuk dapat
menikmati semuanya lahir batin, kamu bisa dapat ongkos (maisyahnya) ,
kemudian batinnya juga puas dapat bimbingan dan makanan jiwa.

Menjelang Ramadhan dan hari raya Idul Fitri apakah ada peningkatkan
produksi?

Alhamdulillah ada saja, tahun ini cukup bagus permintaannya, tetapi untuk
jumlahnya yang lebih mengetahui bagian pembukuan.

Dengan jadwal produksi ketat bagaimana mempertahankan agar ibadah tetap
berjalan dengan baik?

Dengan bimbingan yang diberikan itu, mereka umumnya sudah memiliki kesadaran
agar dapat beribadah tepat pada waktunya, seperti contohnya ketika waktu
sholat datang toko biasanya ditutup. Pembinaan yang teratur yang telah
dilakukan bersama-sama insya allah bisa menuai rahmat, kita semua akan
memperoleh untungnya.

Selama ini ada tidak tidak di antara bawahan anda yang suka mengeluh?

Ya itu pasti ada saja, misalnya penghasilan kurang mencukupi, kemudian kita
berupaya untuk mencukupinya, tetapi kalau mereka tetap mengeluh mungkin
karena biaya hidup yang besar lantaran harus menyekolahkan anak yang sedang
kuliah, saya berusaha untuk mencarikan alternatifnya.

Kabarnya anda memberikan kios-kios gratis kepada pedagang kecil, apa yang
melatarbelakangi dan tujuan anda melakukan ini?

Sebagaimana diketahui pada umumnya orang takut untuk mulai usaha dengan
mengontrak tempat, takut kalau-kalau nanti usahanya tersebut rugi. Karena
alasan itu, maka kita berikan kios, dengan batasan sampai mereka mendapatkan
untung, kalau sudah untung ya bisa dimulai dengan membayar kontrak. Jadi
saya menginginkan pengusaha muslim ini bangkit dan mampu berjalan bersama
dengan yang lain.

Saya sudah mulai mencoba memberikannya, dan itu bisa dikatakan tidak gratis.
Kita bayarkan dulu, namun akan dibayarkan setelah pengusaha memperoleh
hasilnya, ini dilakukan untuk mendidik agar kita manusia agar selalu
berharap kepada Allah.

Ada berapa jumlah yang sudah ikut terdaftar dalam pembinaan?

Ya itu tidak bisa disebutkan, "karena kalau tangan kanan sudah memberi,
sebisa mungkin tangan kiri tidak boleh tahu."

Apa yang menjadi harapan anda kedepan dan apa usaha lain yang akan anda
kembangkan?

Insya allah di bidang properti, saya juga akan membuat pasar syariah.
Sedangkan harapan saya mencari ridha Allah, sehingga dari sini akan muncul
pengusaha-pengusaha muslim yang lebih banyak dan kuat.

Kalau orang muslim kaya, harta itu tidak hanya berada di antara orang-orang
kaya saja, karena mereka akan berinfak, bersedakah, serta berzakat, jadi
akan timbul kasih sayang antara si kaya dan si miskin tidak seperti sekarang
timbul jurang pemisah antara sikaya dan simiskin.

Seperti kita lihat terjadi di jalanan ada bis kota yang isi penuh
berjejalan, sementara di sebelahnya ada mobil mewah bos-bos atau cukong yang
harganya milyaran, di situ terlihat kesenjangan, bahkan yang lebih
mengenaskan lagi mereka tidak pernah membantu rakyat miskin, malahan
menguras uang rakyat melalui kredit di bank. Di sini dapat dikatakan, orang
kaya sangat haram hidup bergelimang harta, kalau dikanan kirinya masih ada
yang kelaparan.

Tuesday, September 05, 2006

Bisnis Waralaba: Tujuh Jurus Sukses: The Untold Story


Rabu, 16 Agustus 2006 09:05 WIB - warta ekonomi.com

Persaingan kian sengit. Wajah bisnis kian tak ramah. Maka, kendati Anda membeli suatu waralaba, yang mengklaim sistemnya siap pakai, kalau mau sukses, jangan terlena dan cuma duduk ongkang-ongkang. Ikuti pengalaman terwaralaba yang sukses.

Lina, seorang pelanggan salon waralaba, tampak kesal. Kunjungan pertama ke salon yang menurut brosurnya mengutamakan layanan berkualitas profesional ini sungguh mengecewakan. Sebab, tak hanya proses pemijatan di kepala yang terasa terlalu keras dan cepat selesai, malah bajunya pun basah kena air saat rambutnya dicuci. Dalam hati ia mengumpati pegawai yang tidak profesional, seperti pria yang tadi melayaninya itu.

Lina tak sendirian. Pakar waralaba Amir Karamoy pun mengaku menerima banyak keluhan dari para pembeli waralaba (terwaralaba) salon soal kualitas SDM-nya. Padahal, mereka telah mengikuti pelatihan dari pewaralaba. “Merekrut SDM untuk salon memang tak mudah,” ungkap Amir. Itu sebabnya, lanjut dia, para calon terwaralaba mesti menyiapkan diri menghadapi hal-hal yang tak terduga.

Selain itu, untuk sukses berbisnis waralaba, terwaralaba sebaiknya jangan hanya ikut aturan yang dibuat pewaralaba. Persaingan kian sengit. Rumus standar tak lagi memadai jika terwaralaba ingin sukses. Mereka harus mau melakukan upaya ekstra. Apa saja? Sejumlah terwaralaba—Riza Rosalina, Jemmy, Baron Respati, Wingky W. Kushadi, Asep Gosiman, dan Lukman Hakim—ternyata mau berbagi kiat suksesnya.

#1 Jangan Takut Keluar dari Aturan Baku
Sistem yang baku. Itulah yang biasa ditawarkan para pewaralaba kepada para pembelinya. Namun, ada baiknya terwaralaba mencoba untuk berkreasi. Inilah yang dilakukan Riza Rosalina, yang membeli waralaba Sanggar Kreativitas Bobo (SKB) dari Grup Gramedia, tahun 2000 lalu. Dalam paket itu, SKB menyajikan metode pengajaran yang terlalu konvensional.

Merasa kurang sreg, dokter gigi ini pun melakukan modifikasi. Ia menerapkan metode active learning. Kebetulan, seorang kawannya sukses menerapkan metode ini di lembaga pendidikan yang dikelolanya. Agar metodenya berjalan baik, Riza pun bersikeras memakai ruangan yang lebih luas, melebihi yang diatur dalam perjanjian waralaba.

Pengalaman pribadi Riza, 43, juga mendukung perlunya modifikasi. Anaknya kebetulan bersekolah di sebuah sekolah swasta di Cibubur yang menerapkan metode active learning.

Sebelum menerapkan metode itu, Riza membuka banyak buku psikologi tentang anak. Ia juga rajin ikut seminar yang membahas soal kepribadian anak. “Saya tak ingin sekadar menjalankan bisnis. Saya harus tahu perkembangan setiap anak didik,” ujar ibu dua anak ini.

Riza boleh bersyukur. Kini, hampir semua dari 17 SKB-nya menerapkan metode active learning, termasuk yang ada di Jl. Pondok Betung Raya No. 48, Bintaro, Tangerang. Patut dicatat, Riza menjadi satu-satunya pembeli waralaba SKB angkatan pertama yang sukses. Dua lainnya keburu gulung tikar.

#2 Siapkan Dana Ekstra untuk Promosi
Promosi, entah berupa spanduk, umbul-umbul, baliho, brosur, buletin, atau iklan radio, biasanya sudah diatur dalam perjanjian. Begitu juga besarnya anggaran. Namun, Jemmy tak mau ikut aturan itu. Pembeli waralaba Bread Story ini bersikeras mengeluarkan dana ekstra untuk promosi. Alasannya, ini gerai pertama. Jadi, pasti butuh usaha ekstra untuk menarik perhatian pengunjung. Dan, untuk itu, Jemmy tak mau melulu mengandalkan promosi dari pewaralaba.

Lalu, apa bentuk promosi yang digelar pria yang berdomisili di Surabaya ini? Ia membuat pertunjukan musik dan bahkan badut untuk pembukaan gerai pertamanya di Malang Town Square. Dampaknya cukup menggembirakan. Sebagai pembeli pertama waralaba Bread Story, ia berhasil mencapai break-even point (BEP) sesuai yang dijanjikan pewaralaba.

Sukses itu membuatnya tancap gas. Ia langsung membuka gerai kedua di Plaza Marina, Surabaya, dan tahun ini berharap bisa membuka tiga gerai Bread Story lagi di Surabaya.

Dana ekstra untuk promosi juga dikeluarkan Wingky Waluyo Kushadi, pembeli waralaba kursus pendidikan Primagama. Untuk menarik minat siswa ke lembaga kursusnya, ia memberikan kupon undian kepada mereka yang membayar tunai di muka. Kupon itu diundi pada akhir tahun. Hadiahnya: sepeda motor dan komputer. Dana promosi juga ia cadangkan untuk memberikan garansi uang kembali 80% jika murid Primagama tidak lulus ujian akhir nasional. Ada catatan di sini, sang murid ini punya angka kehadiran 80% di kelas. “Kami mulai menerapkannya tahun 2004,” ungkap Wingky. Itu berarti setahun sesudah ia membeli waralaba Primagama.

#3 Bagaimanapun, Anda Harus Melihat Lokasi Sendiri
Pewaralaba biasanya yang menetapkan kriteria lokasi gerai waralaba. Pembeli tinggal duduk manis. Namun, pengalaman berbeda dialami Lukman Hakim, pembeli waralaba Indomaret. Saat ditawari suatu lokasi oleh Indomaret, ia tak langsung setuju. Lukman ikut mondar-mandir meninjau lokasi sampai hatinya merasa sreg. Hasilnya memuaskan. Gerai itu mencapai BEP hanya dalam waktu 24 bulan. Padahal, Indomaret saja mematok 43 bulan. Kini, Lukman sukses mengelola empat gerai Indomaret.

Survei lokasi sendiri juga dilakukan Baron Respati. Meski pemilik waralaba Kafe O La La telah memberikan panduan umum untuk memilih lokasi, toh Baron merasa perlu melakukan riset sendiri. Sebab, ia punya tiga kriteria dalam memilih lokasi, yaitu lalu lintas pengunjung, tingkat hunian di gedung, serta pengelola gedung. Berkat jitu dalam memilih lokasi, jadilah kini Baron memiliki lima gerai Kafe O La La. Ia sukses. Gerai-gerainya itu ada di Grha SCTV, Gedung Bank Permata, Gajah Mada Plaza, Wisma Mulia, dan Graha Paramita (Kuningan).

Ikut memilih lokasi sendiri juga dilakukan Jemmy. Syaratnya, gerai Bread Story-nya harus menjadi pionir alias belum ada pesaing. Kalau sudah ada, jangan harap ia mau buka gerai di sana.

Wingky Kushadi pun punya kriteria dalam memilih lokasi. Katanya, omzet terbaik jika lokasi gerai dekat dengan ATM bank. Mengapa? “Sebab, tak perlu biaya pemasaran,” kata pria 28 tahun ini sambil terbahak. Saat antrean panjang di ATM, para nasabah jadi akan melihat gerai Primagama di situ. “Jadi numpang beken,” gelaknya, lagi. Berkat pilihan lokasi yang tetap, kini, dari puluhan gerai Primagama milik Wingky, separonya telah BEP.

#4 Anda Juga Butuh Dana Ekstra untuk Kesejahteraan Karyawan
Di bisnis waralaba, untuk urusan karyawan, biasanya terwaralaba tinggal merem. Semuanya sudah diatur, mulai dari pelatihan, kualitas, bahkan sampai ke gajinya. Cuma, kalau ingin sukses, Anda mesti menyiapkan dana ekstra untuk urusan SDM ini.

Itulah yang dilakukan Riza Rosalina. Maklum, dalam bisnis pendidikan, seperti SKB miliknya, kualitas SDM—khususnya tenaga pengajar—sangat menentukan. Nah, agar mereka tak tergiur pindah ke “ladang” lain, Riza mesti mengeluarkan dana ekstra untuk uang makan, kesehatan, dan bonus prestasi. Papar Riza, “Uang makan saya berikan jika mereka pulang lebih dari pukul 14.00.” Sementara urusan gaji (uang per sesi pengajaran), transportasi, dan tunjangan hari raya ditentukan oleh pewaralaba.

Cara yang sama dilakukan Wingky. Ia menambah jumlah insentif bagi para kepala cabangnya (pimpinan tertinggi di gerai waralaba Primagama). Sesuai aturan, insentif untuk kepala cabang yang berhasil menarik murid masuk Primagama adalah 1%. Nah, Wingky berinisiatif menambah menjadi 2%.

#5 Jangan Abaikan Lingkungan dan Selera Lokal
Peduli dengan selera lokal dilakukan Baron Respati di setiap gerai Kafe O La La-nya. Misalnya, ia sengaja membuat tema dan perlakuan berbeda untuk setiap gerai miliknya. Gerai di Kuningan sengaja ia buat trendi, modern, dan berbau Perancis. Lalu, gerai di Wisma Mulia yang dekat rumah sakit, seluruh tampilan dibuatnya bersih. Ia pun memakai dapur berkonsep open kitchen. Sementara gerai di Bank Permata tampil dengan konsep modern, yang di Gajah Mada Plaza kental nuansa Tionghoa.

Lain lagi cerita Jemmy. Ia memilih secara selektif varian roti di Bread Story dan menyesuaikannya dengan selera lokal. Alasannya, “Antara satu kota dan kota lain, kesukaan masyarakatnya berbeda-beda.”

#6 Menjadi Pembeli Pertama Jauh Lebih Baik
Banyak calon investor yang ragu menjadi pembeli pertama sebuah waralaba. Alasannya, sistemnya belum teruji dan banyak trial and error-nya. Namun, Baron Respati justru menentang arus. Ia malah bersemangat jadi pembeli pertama. “Sebab, belum ada pesaing,” celetuknya. Baron menjadi pembeli pertama waralaba Kafe O La La tahun 2000. Keuntungan lainnya, sebagai pembeli pertama, ia mendapat harga khusus.

Saat ini, paket waralaba Kafe O La La ditawarkan dengan harga Rp50 juta oleh pemiliknya. Adapun total investasi yang diperlukan untuk satu gerai mencapai Rp300—500 juta, termasuk franchise fee.

Riza juga menjadi pembeli pertama waralaba SKB dari Grup Gramedia. Apa keuntungannya? Selain memperoleh potongan harga untuk franchise fee, ia pun mendapatkan pengajar terbaik hasil pelatihan dari pemilik waralaba. “Para pengajarnya mereka persiapkan betul,” ungkap Riza, yang masih tetap berpraktek sebagai dokter gigi di daerah Tanah Kusir, Jakarta. Selain itu, banyak hal yang bisa dinegosiasikan secara terbuka dengan pewaralaba. Ini karena mereka pun ingin terwaralabanya sukses.

#7 Menyisihkan Waktu Itu Penting
Membeli sebuah waralaba bukan berarti pembelinya tinggal ongkang-ongkang dan semuanya akan berjalan sendiri. Kalau mau sukses, terwaralaba harus mau menyisihkan waktu untuk memantau gerainya. Ini dilakoni terwaralaba Indomaret, Asep Gosiman. Bahkan, Asep mengaku merasa nikmat jika berada di gerainya dan tetap mengawasi pegawainya. Manfaatnya? “Kalau ada yang keliru bisa langsung dibenahi,” katanya, gamblang. Contohnya, melihat pegawainya mahal senyum saat melayani pembeli, Asep bisa langsung menegur.

Lain lagi cerita Wingky. Selama tiga bulan pertama, ia rajin menunggui gerai Primagama-nya. Kini, setelah yakin segalanya berjalan baik, Wingky cukup berkomunikasi dengan para kepala cabangnya.

Kalau Baron, ia memang menyiapkan waktu khusus untuk mengunjungi lima gerainya setiap hari. Ia memantau langsung perkembangan omzetnya, sehingga jika terjadi penurunan ia bisa langsung segera melakukan perbaikan. Selain itu, ungkap Baron, ia jadi lebih cepat tahu keluhan pelanggan.

Jadi, tak ada cara mudah untuk sukses.

GENUK CHRISTIASTUTI, EVI RATNASARI, IMAN HENDARTO, DAN ARI WINDYANINGRUM

CONFERENCE IRRESISTIBLE SENSATIONAL OFFER 29AUG06

By Roni TDA

eko_juna: assalamu'alaikum semuanya
siskatk: waalaikumsalam :)
nagarimagek: wah, ngeri deh..
nagarimagek: ini sekedar sharing dari saya dari seminarnya pak tung dw
nagarimagek: mudah2an sy bisa menyampaikannya dgn baik...
nagarimagek: materi ini cocok utk kita2 pengusaha kelas ukm
nagarimagek: ala street smart, alias show me the money...
nagarimagek: kita gak punya anggaran yg banyak utk marketing, branding dll...
nagarimagek: jadi, ibarat penembak jitu, pelurunya sedikit, harus tepat sasaran...
nagarimagek: bisnis tidak ada sebelum dilakukan PENAWARAN...
nagarimagek: jadi, yg penting bukanlah kartu nama, kantor yang mentereng, kecanggihan IT, bahkan bukan juga produk...
nagarimagek: tapi: penawaran...
nagarimagek: semua itu gak ada artinya sebelum anda melakukan penawaran...
nagarimagek: contoh penawaran: saya kasih anda uang, anda kasih saya es krim
nagarimagek: masalah dengan penawaran adalah:
nagarimagek: 1. apa yg anda jual
nagarimagek: 2. berapa harganya?
nagarimagek: 3. kenapa saya harus percaya kepada anda?
nagarimagek: 4. apa untungnya buat saya?
nagarimagek: jadi, kita melihat dari sisi konsumen
nagarimagek: apakah produk yg kita tawaran memenuhi kebutuhan konsumen?
nagarimagek: mungkin kita pernah dengar istilah sensational offer
nagarimagek: sekarang ada tambahan lagi: irresistible sensational offer
nagarimagek: jadi, penawaran yg gak mungkin ditolak
nagarimagek: hanya orang bodoh yang menolaknya..
nagarimagek: hmmm..
nagarimagek: silakan dipikirin, kira2 anda pernah nggak mendapatkan penawaran spt ini..nagarimagek: contohnya saya:
nagarimagek: sy sering ditelpon oleh tele marketing kartu kredit dan selalu saya tolak
nagarimagek: sy sudah punya dua dan itu pun jarang dipake, alasan saya...
nagarimagek: hampir semuanya mental...
nagarimagek: kecuali yang satu, beberapa wkt lalu
nagarimagek: sy ditelpon oleh citibank
nagarimagek: dia langsung nawarin abonemen telkomsel gratis utk saya...
nagarimagek: sy jadi mikir juga...
nagarimagek: otak sy mikir, sy kan punya 5 account telkomsel (halo) atas nama saya..
nagarimagek: hmm, lumayan juga kalo dibayarin...
nagarimagek: ternyata nggak! cuma satu doang!
nagarimagek: akhirnya sy nggak jadi...
brian_id2001: jgn lupa di cek biaya air timenya pak
nagarimagek: sayang sensational offernya gak terlalu hebat
nagarimagek: tapi, lumayan, bikin saya tertarik
nagarimagek: mungkin teman2 ada pengalaman spt ini juga..
nagarimagek: kira2 spt itulah irresistible sensational offer itu...
nagarimagek: contoh lain sdh sy sebutkan di pengantar...
nagarimagek: spt domino's pizza: kalo lewat dari 30 menit, gratis!
nagarimagek: ini dibuktikannya
nagarimagek: bahkan dia sengaja dibuat lambat 1 menit
nagarimagek: dan konsumen dapat gantinya...
digonang: kalo misalnya untuk bisnis laundry: "jika tidak bersih, gratis cuci ulang" termasuk juga nggak Pak?
nagarimagek: dan ini jadi omongan di mana2...
nagarimagek: iya pak..
nagarimagek: tambahan lagi:
nagarimagek: cara memperkuat penawaran anda:
nagarimagek: 1. buat semacam keterbatasan, contoh: hanya utk 50 org pertama, hanya bulan agustus saja, dsb...
nagarimagek: 2. buat nilai tambah, jadi produknya ada nilai tambah. jangan standard yg org lain bisa tiru
nagarimagek: 3. risk reversal, orang takut risiko, maka buat jaminan uang kembali, payment plan (cicilan), free sample (marketing ala narkoba:))
nagarimagek: contoh lain:
nagarimagek: garansi
nagarimagek: pay for result
nagarimagek: free support
nagarimagek: try before you buy...
nagarimagek: 4. kemudahan dalam berbisnis, make it simple, jangan bertele2
nagarimagek: 5. pricing tactic, mahal dulu baru murah. contoh: harga yg dicoret
nagarimagek: diskon
nagarimagek: rabat
nagarimagek: kupon
nagarimagek: 6. rekomendasi
nagarimagek: udah pak...
nagarimagek: materinya cuma segitu2 nya...
nagarimagek: tapi, kalo dipraktekkan. ...luar biasa!
nagarimagek: skrg pikirkan, apa yg bisa anda tawarkan...
nagarimagek: yg jelas, tawaran itu tidak boleh rugi, hrs untung...
nagarimagek: makanya, hitungan hrs matang....
nagarimagek: dan selalu lakukan test and measure
nagarimagek: mulai dr yg kecil dulu..uji coba..
nagarimagek: tapi, materi tadi masuk akal ya...
nagarimagek: dan bisa langsung dipraktekkan. ..
dhian_kurnia: Pak, kalo penawaran yg pernah dilakukan oleh P Roni sendiri yg ga mungkin ditolak oleh konsumen apa ??
nagarimagek: sy berikan garansi 30 hari uang kembali..
dhian_kurnia: Dari pengalaman P Roni sendiri
nagarimagek: sejauh ini bisa dibilang sukses...
dhian_kurnia: yg lebih dari itu pak.. ato mungkin yg sekarang masih di "dapur" ?? :d
nagarimagek: masih ada yg di dapur juga..:)
nagarimagek: point2 1, 2, 3, 4.. itu hampir semuanya sudah sy lakukan...
digonang: bagaimana kalo irresistible sensational offer digabung sama co branding, misal: jika ada yang memasukkan laundry dengan nilai lebih dari Rb 50.000 akan dapat gratis 1 porsi ketupat sayur padang? kira-kira worth nggak Pak Rony?
nagarimagek: di sini kita tidak menilai benar atau salah...
nagarimagek: tapi, bagaimana hasilnya..
nagarimagek: kalau berhasil, ya dianggap benar...
nagarimagek: selalu lakukan test and measure...
nagarimagek: yg berhasil di saya, belum tentu berhasil di bisnis anda, yg penting idenya itu...
digonang: berarti dalam hal ini case per case ya Pak?
nagarimagek: iya
nagarimagek: makanya penting test and measure itu
nagarimagek: dan lakukan uji coba dalam skala kecil dulu...
nagarimagek: utk mengantisipasi kerugian yg besar..atau bad publicity..
digonang: maksud skala kecil itu hanya pada sebagian konsumen saja atao offer-nya dalam skala lebih kecil?
nagarimagek: bukan, misalnya pasar anda seluruh indonesia...
nagarimagek: anda coba dulu misalnya di 1 propinsi, sbg proyek percontohan
nagarimagek: kalau berhasil, baru dibuat nasional
digonang: baik pak, cukup, silahkan yang lain
nagarimagek: ini beda dgn perusahaan besar, biasanya langsung kampanye scr nasional...krn anggarannya tdk terbatas.
nagarimagek: lanjut..
agusalis: itu 30 hari uang kembali maksudnya
agusalis: gimana ?
agusalis: barang yg sudah dibeli bisa balik
davidrakhmadi: sensational offer vs cost vs customer complain pak
agusalis: kalo udah dipake ?
nagarimagek: iya, bagi yg mau coba produk saya, dalam 30 hari bisa dikembalikan uang 100%,
nagarimagek: maksudnya pak agus?
agusalis: kalo udah dipake gak bisa dibalikin ya pak ??
nagarimagek: di amerika pernah ada, udah dipake bertahun-tahun pun bisa dibalikin
nagarimagek: dan memang ada yg melakukannya. .
agusalis: nah di pak roni bgmn ?
nagarimagek: sy lupa perusahaannya. ..
nagarimagek: kl saya 30 hari, karena ada itung2annya. ..
nagarimagek: soalnya, ini bisa jadi bumerang juga...
dhian_kurnia: ** Nike pak.. setahun baju reject diganti baru
nagarimagek: ini tetap terus saya lakukan test and measure..
nagarimagek: kalau membahayakan, ya harus diganti dgn yg lain...
davidrakhmadi: sensational offer vs biaya yg timbul + sensational offer vs customer complain, gimana itu pak itung2annya+ ngukurnya?
nagarimagek: ngukurnya ya di profitnya pak...
nagarimagek: jangan sampai merugikan...
nagarimagek: itung2anya silakan dibuat sendiri lah...
davidrakhmadi: test dan measure pak ya??
nagarimagek: contoh: ada bengkel yg ngasih mobil gratis selama mobil kita diperbaiki
nagarimagek: tentu dia punya itung2annya. ..
nagarimagek: dan gak rugi
eko_juna: prosentase yg menggunakan peluang itu berapa pak roni ?
nagarimagek: maksudnya? yg uang kembali?
eko_juna: ya
nagarimagek: lumayan juga pak..
nagarimagek: ada juga...
nagarimagek: ada yg begitu, coba belanja 10 juta, kemudian balik 10 juta...
nagarimagek: ya saya kembalikan.. .
nagarimagek: no hurt feeling...:)
nagarimagek: jadi, kita juga hrs siap dgn org yg bermaksud kurang baik spt ini...
eko_juna: punya prosentasenya gak pak, krn kata brad sugar paling yg begitu hanya 1-3 %
nagarimagek: contoh, liat nggak iklan di rumah makan padang
nagarimagek: iklan sampoerna hijau...
agusalis: ya..ya...ya. ..
agusalis: pasti ada ya pak
nagarimagek: dia cuma makan pake kuah doang hahaha...
nagarimagek: iya pak eko, kira2 paling tinggi 10% lah...
nagarimagek: lanjut...
feli_alfalah: ok, saya mau tanya mengenai sample pa
feli_alfalah: sample itu kan kita kasih penawaran kepada calon pelanggan atau agen, biasanya cuman dikit jarang yang lebih dari 5 pcs
feli_alfalah: biasanya hitungan harganya gimana pa ?
nagarimagek: sample gratis? sy nggak sarankan...
nagarimagek: kecuali utk makanan...
feli_alfalah: bukan gratis :d
feli_alfalah: misal untuk garmen spt manet
nagarimagek: ooo
feli_alfalah: penawaran kpd agen dll
nagarimagek: ya, tetap hrs untung pak...meskipun tipis...
nagarimagek: tetap pakai logika show me the money..
feli_alfalah: berarti setipis harga agen ya pa
feli_alfalah: bisa spt itu ?
nagarimagek: ini agak teknis ya pak...
nagarimagek: soalnya variabel lain jg hrs dihitung...
feli_alfalah: o, ic, :d yup, lanjt di privat aja pa
nagarimagek: oke, lanjut....
blinxsatan: pak roni lebih menitik beratkan kemana penawaran tersebut
blinxsatan: ke agen
blinxsatan: ke konsumen
blinxsatan: ato ke sales
nagarimagek: kalau saya ke agen, otomatis juga ke konsumen...
anaqinabil01: pertanyaan pak eko di hide pak ya
nagarimagek: cukup pak?
blinxsatan: jadi lebih memberikan kesempatan ke agen untuk improvisasi ya
nagarimagek: iya..
blinxsatan: dalam bentuk apa pak ??
nagarimagek: maksudnya?
blinxsatan: bonus akhir bulan ato diskon ke agen ??
anaqinabil01: jadi kurang nyambung nih...:)
blinxsatan: ato semacam kejutan ke agen ??
nagarimagek: ooo, dalam konteks uang kembali, tentunya akan dikembalikan ke konsumen melalui agen...
blinxsatan: semacam refund ke agen ??
nagarimagek: iya...
blinxsatan: yang dihitungberdasarkan banyaknya barang yg keluar ??
nagarimagek: berdasarkan pembeliannya pak
nagarimagek: kalau dia belanja 1 juta, ya dikembalikan 1 juta...
blinxsatan: klo dalam bisnis pak roni adakah fungsi Sales yg juga berperan penting ??
nagarimagek: sales sy adl para agen itu..
nagarimagek: jelas penting pak..
blinxsatan: jadi pak roni punya margin keuntungan yg sangat besar ya :D
nagarimagek: :D wah, jangan gitu dong ah...ini rahasia perusahaan.. .:D
edieskurniawan: Pak Roni, kalo penjualan secara langsung pembeli kan bisa langsung membuktikan sensasional offer yg kita tawarkan, nah kalo secara online, sy sendiri kalo dpt menawaran yang ada embel2 BONUS, GRATIS, BEBAS, GARANSI dll deh kok malah curiga yah jangan2 ini penipuan, pertanyaannya bagaimana menerapkan online irresistible sensasional offer, yg tdk buru2 dicurigai penipuan soalnya customer kan harus transfer uang dulu sebelum membeli?
nagarimagek: itu dia...
nagarimagek: selain itu semua, org jg hrs percaya sama kita...
nagarimagek: hrs dibangun kepercayaan. ..
nagarimagek: contohnya, wkt sy bikin online, sy gandeng pak tung..otomatis org jd percaya..
nagarimagek: di setiap seminar, pak tung ngomongin manet...jadi tambah dipercaya...
anaqinabil01: Pak Roni... pertanyaanya mana nih .... koq cuma jawaban dari Pak Roni sih
nagarimagek: kadang orang menggunakan sertifikat utk kepercayaan, ijazah, surat ijin, prestasi, testimony, dll...
edieskurniawan: % ia Pak, tips unt building trust ini penting lho...
nagarimagek: gini aja pak, pake logika aja...
emasestu: % ato nama : warung barokah, senyum muslim,
nagarimagek: di antara org yg gak percaya, pasti juga ada yg percaya...
nagarimagek: tentu saja kita tetap harus bangun nama, utk kepercayaan itu...
edieskurniawan: ? sama satu lagi Pak, gimana tips2 membuat sensasional offer yg dahsat? apa perlu dibuat lomba ya Pak?
nagarimagek: wah, itu pake otak kanan aja pak..
nagarimagek: biarkan ide2 gila muncul...
nagarimagek: contoh2nya sdh sy sampaikan di pengantar conference via milis..
nagarimagek: caranya, kita menempatkan diri dari sudut pandang konsumen...
nagarimagek: apa yg dipikirkanya, apa yg dikhawatirkannya. ..
alfayed_2000: pak roni, bagaimana cara mengatasi agar sensasional offer tidak menjadi blunder bagi bisnis kita ?
nagarimagek: itu dia pak..
nagarimagek: lakukan test and measure, lakukan uji coba dalam skala yg kecil, jgn terburu-buru. ..
nagarimagek: soalnya, bisa rugi, kalau tidak cermat...
eko_juna: maaf sptnya td sudah dijawab : tes en measure dan ada huting2 annya
eko_juna: tp silahkan klo pak roni ada yg indin ditambahkan
nagarimagek: mungkin itu aja ya..
nagarimagek: yg penting ilmunya dipraktekkan. ..
nagarimagek: jangan pake otak kiri aja...
eko_juna: pak roni punya list contoh ttg hal ini ya ?
eko_juna: perusahaan2 yg menerapkan hal ini maksudnya
nagarimagek: kan sudah sy sampaikan di pengantar...
nagarimagek: tapi contoh di luar negeri..
nagarimagek: kalau di indonesia apa ya...
lagi : apakah sensasional offer itu bisa tidak rasional pak ?
nagarimagek: hmmm...kalau diback up dgn perhitungan yg matang, sy rasa sih rasional pak...
febbyrudiana: % building trust sangat perlu di dunia online
nagarimagek: cuma, cara penyampaiannya hrs menyentuh emosional..
nagarimagek: iya, bu febby, td sudah kita bahas...
febbyrudiana: selain testimoni, alamat jelas & no.kontak yg bisa dihubungi juga sangat menunjang
nagarimagek: ada contoh menarik dari pak tung...
nagarimagek: dia menjual seminar seharga 900 ribu, kemudian ditawarkan bagi yang daftar sampai tgl tertentu cukup bayar hrg yg sama dan bisa datang berdua...
nagarimagek: ini kan sama aja diskon 50 %!
nagarimagek: cuma cara penyampaiannya yg beda...
nagarimagek: secara rasio, ini diskon 50%, secara emosional, org mrs lebih murah krn bisa datang berdua...
nagarimagek: bagaimana pak alfayed?
blinxsatan: wah berarti ga muncul nih jawabannya
blinxsatan: kira2 bagaimana hierarki sistem distribusi dari pak roni sampe ke konsumen ??
nagarimagek: wah ini di luar topik, mungkin tdk bs jawab di sini..
alfayed_2000: sudah pak ... ? bisa diberikan contoh penyampaian yg menyentyuh emosional itu seperti apa pak
blinxsatan: mungkin ini akan berhubungan dengan penawaran unutk para agen bapak
nagarimagek: itu tadi, garansi 30 hari uang kembali, secara emosional, ini mengurangi risiko bagi pembeli...
nagarimagek: secara emosional, org menghindari risiko...
nagarimagek: kira2 begitu pak...
agungkuswanto: ? apa ada yg benar2 mengembalikan barang sebelum 30 hari pak?
nagarimagek: banyak pak:)
agungkuswanto: ? seberapa sering ?
alfayed_2000: ic ic ... berarti ada resiko penumpukan barang ya pak, utk melempar brg yang dikembalikan gmn pak ? ada cara atau kiat lain ?
nagarimagek: makanya sy katakan, hrs test and measure, hitungan hrs matang, jangan jadi bumerang...
blinxsatan: dengan banyaknya yg retur, apakah pak roni tidak takut dengan kualitas manet ??
yusuf_ipoenx2001: % ini karena barang reject atau memang sudah dipakai dan tidak suka modelnya pak :-)
nagarimagek: nggak pak, produk sy dibuat di pabrik yg biasa eksport...
nagarimagek: jadi bukan soal barang reject...
nagarimagek: biasanya sih krn produk sy mahal...
blinxsatan: apakah sensational offer yg pak roni berikan banyak juga dipake dalam industri garment ??
yusuf_ipoenx2001: yang biasanya dibalikin soal apa pak?..Gak suka modelnya?..Tapi klo sudah dipakai bisa dibalikin juga ya?..
nagarimagek: sy kurang tahu pak....
yusuf_ipoenx2001: Lho klo produk mahal knp pas pertama beli ya pak?..
nagarimagek: sy nggak tau, itu bagian dari risiko saya...
nagarimagek: namanya manusia pak, kan ada aja alasannya...
nagarimagek: yg penting di kitanya...
nagarimagek: contoh, seminarnya pak tung lagi...
yusuf_ipoenx2001: Tapi klo udah dipakai gak bisa dibalikin pak?..
nagarimagek: ada garansi uang kembali juga...
nagarimagek: ternyata ada yg minta kembali...alasannya dia dibiayai oleh kantor..
blinxsatan: apakah sensational offer yg pak roni berikan banyak juga dipake dalam industri garment ??
nagarimagek: jadi kalau uangnya dikembalikan, akan masuk kantong dia...
nagarimagek: sy lihat belum pak...
nagarimagek: tapi, di metro sudah diterapkan juga...
nagarimagek: metro dept store...
blinxsatan: jadi masih inovasi sendiri ya pak
nagarimagek: kalau di amerika sudah umum pak..
nagarimagek: bahkan tanpa batas waktu, kapan pun...
blinxsatan: nah klo sudah umum kira2 apalagi yg bisa diberikan ya ....:D
blinxsatan: biar jadi pembeda dari yg lain ??
nagarimagek: :D be creative aja...
blinxsatan: hehehehehe.. ..
nagarimagek: otak manusia itu punya kemampuan tanpa batas...
alfayed_2000: "beli 1 dapet 2" , " diskon 70% sblm tgl xx/xx/2006", "gratis umroh utk pembeli ke 1000", kurang lebih seperti itu ya pak ...
nagarimagek: yup...
nagarimagek: dateng ber 4 cukup bayar 2...
nagarimagek: kunjungan ke 6 gratis...
blinxsatan: yup...
nagarimagek: 10 menit lagi mau closing ya...
blinxsatan: terus terang saya masih ke arah harga yg paling murah untuk produk saya
agungkuswanto: ada buku2, website2 yg kasih contoh2 iso ini gak pak roni?
blinxsatan: jadi blom ke arah sensational offer
nagarimagek: oya, ada yg terlupa...
blinxsatan: apa tuh pak roni
nagarimagek: marginnya harus menutupi pak...
alfayed_2000: "belanja 10jt, free business coach with badroni yuzirman" ... :D
nagarimagek: kalau marginnya tipis, berbahaya...
blinxsatan: yaa...itu yg paling 'pusing'
nagarimagek: ada yg cerdik pak, carrefour...
nagarimagek: "ada yg lebih murah? kami ganti selisihnya"
blinxsatan: saya ingin merangkul sales, agen, maupun konsumen
nagarimagek: padahal berapa sih selisihnya? hahaha...
alfayed_2000: minimal margin berapa % pak ? apa tergantung dari sensasional offer kita atw ada hitung2an lain ?
nagarimagek: sekarang lebih sensational lagi: "kami ganti selisihnya 2x lipat"
eko_juna: ok waktu tinggal 8 menit lagi
blinxsatan: oooo..gitu ya...
nagarimagek: sy belum punya referensi utk produk yg marginnya tipis..
blinxsatan: jadi masih bisa diambial dari profit kita
nagarimagek: tapi, tetap cara ini bisa dipraktekkan. ..
blinxsatan: kebanyakan barang komiditi pak
nagarimagek: ya itu tadi, be creative...
nagarimagek: mulai dari sudut pandang konsumen...
blinxsatan: oke...
nagarimagek: biasanya, kalau margin tipis, konsumen jg nggak minta yg macam2...
nagarimagek: mrk juga tau kok...
blinxsatan: tapi bisa jadi dicap barang murahan hehehehehe.. .
nagarimagek: oke, closing ya....
blinxsatan: apalagi klo lagi mo branding
nagarimagek: sy kira itu yg bisa sy sampaikan...
nagarimagek: mudah2an bermanfaat.. .
nagarimagek: ini bukan soal teori benar salah...
nagarimagek: tapi ini sudah berlaku umum, cuma kita sering tidak sadar...
nagarimagek: ini bukan ilmu baru...
nagarimagek: katanya, alm ayahnya pak hadi juga melakukannya. ..sebelum indonesia merdeka dulu...
nagarimagek: utk selanjutnya, mungkin ada di antara kita yg juga punya sesuatu yg bisa disharing kepada teman2, saya persilakan.. .
nagarimagek: jangan disimpan aja ilmunya... dibagikan... .jadi amal...insya Allah...
nagarimagek: wassalamu'alaikum wr wb...
eko_juna: dengan ini conference sy tutup
eko_juna: silahkan bagi yg masih ingin chat :)
anaqinabil01: Thanks pak & salam sama Pak Haji
blinxsatan: terima kasih banyak pak roni semoga membawa pencerahan buat bisnis saya
parvidia: Terima kasih pak Rony atas sharingnya, semoga bermanfaat.

Tuesday, August 15, 2006

*Awas, Ini Kegagalan Fatal Pameran Anda !*

Berdasarkan hasil riset terkini pakar pemasaran;

Mayoritas pebisnis yang mengikuti pameran, hampir 80% di antaranya, jarang
dan bahkan hampir tidak pernah melakukan 'follow-up' terhadap calon atau
prospek klien yang diperoleh dari keikutsertaan mereka di ajang pameran.

Selama ini, mayoritas pebisnis berkutat puas pada perolehan transaksi di
lokasi pameran. Padahal, diketahui pula dari hasil riset yang sama, bahwa:

a. 90% pengunjung pameran, menganggap pameran sebagai sumber informasi dan
referensi utama keputusan pembelian produk yang bersangkutan;

b. 48% dari seluruh pengunjung pameran, setelah pameran usai, rata-rata hanya
butuh diyakinkan melalui 'follow-up' sebanyak satu kali, untuk langsung
kemudian memutuskan untuk bertransaksi;

c. Bila pebisnis peserta pameran konsisten melakukan follow up
berkala,hanya dalam waktu
12 bulan pertama setelah pameran usai, 57% prospek dapat melakukan keputusan
pembelian.

Anda sudah punya bayangan sekarang? Bahwa mayoritas dari kita memang lihai
dalam menyia-nyiakan peluang:) ... Ah Ha .. berarti sekarang-lah waktunya
'jemput bola' !

Sumber : Annisa - customerladder

Nasehat Untuk Pemasar dan ’Calon Pemasar’


Pemasar juga menggambarkan personality sebuah produk. Pemasar ’tahan bating’ selayaknya tidak hanya memiliki sebuah keahlian menjual, tapi lebih dari itu, dinantaranya :
Mencari fakta-fakta (riset pasar)
Membuat peramalan dan penelitian (forecasting)
Menjalankan perubahan-perubahan yang terjadi akibat penelitian (pengembangan poduk baru).
Meyakinkan bahwa produk-produk itu adalah apa yang dikehendaki oleh pelanggan (manajemen merek).
Memutuskan tentang kuantitas (penyusunan anggaran).
Memutuskan dengan harga berapa barang dijual dan dengan keuntungan berapa (kebijakkan penentapan harga).
Menyalurkan tempat dari pembuatan ke tempat pemakaian (distribusi).
Penjualan (manajemen penjualan)
Mengajak lewat komunikasi (pengiklanan).

Coba kita simak dengan seksama apa yang disampaikan oleh Hermawan Kertajaya, tentang 10 (sepuluh prinsip-prinsip) pemasaran, yaitu :
1. Love your customer, respect your competitor.
2. Be sensitive to change, be ready to transform
3. Guard your name be clear who you are
4. Customers are divers go first to who really need you
5. Always offer a good product at a fair price
6. Be always available and spread the good news
7. Get your customers and keep grow the business with them
8. What ever your business is a service business
9. Always refine your process in term of quality, cost and delivery
10. Gather relevan information but make decisions bases on your wisdom

fjk

Friday, August 11, 2006

JALAN-JALAN KE PPI


Alhamdulillah kemaren saya dan suami sempat ke PPI di PRJ
(ide-nya mendadak saat mau pulang kantor -
tiba-tiba nge-cling pengen kesana....)

Walopun arah dari tg. priok ke PRJ meceeeettt banget,
Alhamdulillah ga membuat kami urung untuk bersilaturahmi dengan TDA-ers
(pejuang-pejuang sejati) yang lagi BERLAGA di PPI :)

selesai sholat kami langsung celingak-celinguk nyari stand-nya TDA-ers,
walopun suami sempat dikasih tahu lokasi standnyanya
sama pak hantiar & mbak waru (ketemu pas sholat magrib di lt.4)
Walopun dikejar sama waktu yang sudah mepet (FYI, PPI tutup jam 20.00),
akhirnya setelah nyari di satu hall ga nemu wajah2 yang "dikenal"
akhirnya kami mutusin untuk liat hall yang lokasinya di bagian tengah
(yang ga ada emperannya...)

sambil jalan buru-buru, akhirnya ada manggil "mbak......"
alhamdulillah disana udah terlihat pak hantiar dan pak hertanto
dengan senyum cerianya....
mbak waru dan bu hertanto yang lagi melayani pengujung mainan anak2 edukatif......
kebetulan pak hertanto dan pak hantiar sewa 1 stand....

kesan pertama....
Subhanallah..... ada poster FIT-Nine yang gedhe didalam stand.....
Wow... Keren.... sambil liat-liat plus megang2 produk Mbak Waru, saya mbatin dalam ati
(ih... bagus bangeeettt...).
Koleksinya makin komplit aja nih mbak.... bahannya bagus...
modelnya juga ga pasaran... katalog barunya juga OK loh....
(eh jadi kasih testimoni nih...)
Sukses terus mbak waru, insyaAlloh saya akan mampir ke ITC Mangga Dua :)

selesai ngobrol sama mbak waru, saya melaju ke tempat bu hertanto...
(mumpung suami belum kasih kode pulang he..he..)
saat berjabat tangan dengan beliau...tambah salut lagi saya sama beliau....
genggaman yang hangat dan penuh semangat...
senyum penuh keikhlasan dan kesabaran beliau dalam menemani
pembeli Mainan Edukasinya (GURU) tak pernah bisa saya lupakan....
Alhamdulillah.... terima kasih bu, untuk suri tauladannya....

ga terasa, ternyata kami belum ketemu sama pak pangestu....
walah.... langsung deh saya ingetin suami untuk melesat ke standnya pak pangestu...

setibanya disana, waduh..... ternyata stand pak pangestu udah nutup....
(maaf yah pak dah kemaleman.....)
maksain pengen liat, akhirnya saya intip aja, koleksinya beliau....
saya dibuat bingung sama tulisan "GAZEBO DIJUAL HANYA 8 JUTA"
"Yang mana yah...??"
GUBRAKK!... ternyata, jauh-jauh dari Yk pak pangestu bawa GAZEBO....
ck...ck...ck.. TOP BGT Pak!
Two thumb untuk pak pangestu (ga tanggung-tanggung nih!)

Pokoknya Seru deh Silaturahim kami ke PPI, ayo TDA-ers yang lain,
jangan lewatkan PPI ini....cari "AHA" Anda disana...

Thanks to temen2 TDA yang BERLAGA di PPI,
saya banyak menemukan "AHA" untuk RumahMuslimahDotCom
dari anda semua.....
yang mungkin akan saya lewatkan jika saat itu saya ga nekat ngajak suami kesana :)

SELAMAT BERJUANG SODARAKU...

Salam
~ tina ~
www.RumahMuslimah.com

Thursday, August 10, 2006

RESEP SOP BUAH KEDAI MANG ODET


Sedikit sharing lagi cara pembuatan Soup Buah Spesial Bandung Euyy.......yang Lezat....Nyammii...Bergizi....

Bahan2 :
1. Kelapa parut
2. Gula
3. Susu Bubuk putih
4. Susu Kental putih
5. Buah2an segar (Strawbery, melon, Markisa, Mangga kueni, anggur warna merah, semangka, apel, peer, nenas, dll)

Cara Pembuatan
1. Pembuatan kuah/sauce santan
- Peras kelapa parut menjadi santan agak kental
- Masukan santan kelapa & susu bubuk ke panci kemudian rebus
- Aduk sampai mendidih agar santan tidak pecah
- Aduk terus sampai agak dingin baru tuang ke dalam toples
Kunci santan yg bagus adalah tidak pecah dgn terus-menerus mengaduk (sok teu nih....)
2. Larutan gula
- Campurkan gula dan air ke panci
- bubuhi sedikit pewarna alami agar kelihatan segar tidak pucat
- Rebus hingga mendidih
- taruh ditoples
Cara menghidangkan
1. Iris kecil2 kira2 2cm tiap buah2an taruh di mangkok
2. campurkan sauce santan ke mangkok
3. tambahkan es serut ato es batu kecil2, tambahkan susu kental
.....jadi deh...siap dihidangkan

Tuesday, August 08, 2006

Tips busana yang bisa disiapkan bagi jilbaber pemula

by rf.Waru

1. Menyingkirkan baju-baju lengan pendek, tank top, rok pendek, celana
pendek, kaos ketat dari lemari. Dengan catatan baju-baju tersebut
sudah tak bisa sama sekali disiasati untuk melengkapi busana Muslim,
seperti sebagai baju dalam overcoat atau jaket. ''Karena kalau tak
dibuang bisa menarik keinginan untuk mengenakannya kembali,''.

2. Mempersiapkan busana Muslim model simpel dengan warna-warna dasar
sehingga memudahkan untuk memadupadankannya. Yang harus dimiliki pada
awalnya adalah rok dan celana panjang warna putih, hitam, coklat atau
khaki.

3. Sediakan juga dengan kaos longgar atau tunik simpel dengan
warna-warna sama. Dapat pula ditambahkan rompi, vest atau overcoat
sebagai variasi padu padan. ''Busana simpel dengan warna khaki, putih,
dan hitam akan mudah dikembangkan padu padannya karena berwarna
netral. Setelah ini, Anda bisa lari ke warna hijau, biru, coklat,
merah dan lainnya,''.

4. Siapkan kerudung polos dengan warna putih, hitam, dan kheki sebagai
koleksi awal. Setelah itu dapat beranjak pada kerudung bermotif
geometris. ''Motif geometris dan polos lebih mudah dipadukan daripada
motif kembang,''. Jika Anda lebih banyak beraktivitas di luar ruang
pilihlah kerudung berbahan katun, linen atau kaos. Sedangkan, untuk
aktivitas indoor pilihan bahan dapat lebih beragam.

5. Dengan delapan setel busana Muslim berdesain simpel dalam
warna-warna netral, dapat dikembangkan menjadi 30 setel busana Muslim
hasil padu padan. Selain Anda tak perlu sontak belanja besar begitu
memutuskan berjilbab, melakukan padu padan busana menjadi upaya kreasi
yang mengasyikkan.

ROTI (Return of Time Invested)


Waktu adalah salah satu aset kita yang paling berharga. Setuju? Kenapa orang memilih naik pesawat dibandingkan bus atau kapal laut? Karena ingin waktu sampai lebih cepat, meskipun harga tiketnya lebih mahal.

Bisnis saya pernah hampir bangkrut. Setelah membuka toko selama 3 tahun di Tanah Abang, akhirnya saya angkat kaki dari sana. Rugi uang? Jelas. Tapi yang begitu memukul saya adalah kerugian waktu. Tiga tahun bukan waktu yang sebentar. Sejak itu saya berpikir keras bagaimana caranya menutup kerugian waktu yang hilang itu. Kalau berpikir positif, sebenarnya waktu yang hilang itu adalah harga proses belajar. Tapi, waktu yang hilang itu tetap harus digantikan dan diperbaiki supaya tidak hilang sia-sia lagi di masa yang akan datang.

Alhamdulillah, kesadaran itu dibarengi dengan tindakan untuk mengevaluasi diri, belajar lagi dan melakukan perubahan dalam bisnis dan kehidupan saya. Dengan kata lain, saya menginvestasikan waktu saya untuk kembali belajar dari awal lagi mengenai "how to run the business". Tidak lama kemudian kekalahan tersebut bisa digantikan dengan kemenangan gemilang. Hikmah dari kisah saya ini adalah, waktu 3 tahun yang terbuang itu bisa digantikan hanya dalam beberapa bulan saja dengan melakukan perubahan drastis dalam cara berpikir dan tindakan saya. Saya bisa meningkatkan efektivitas penggunaan waktu dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Istilah Return On Time Invested (ROTI) saya temukan dalam buku Create Your Own Future dari Brian Tracy. Selama ini kita mengenal rumus Return On Investment (ROI) untuk mengukur tingkat pengembalian investasi. Nah, rumus ROTI ini digunakan untuk mengukur efektivitas penggunaan waktu pribadi kita. Imbalan dalam hidup kita merupakan refleksi dari tingkat pengembalian yang kita dapatkan dari menit-menit dan jam-jam yang kita investasikan setiap hari. Sasaran kita seharusnya adalah untuk mendapatkan tingkat pengembalian setinggi mungkin atas apa pun yang kita lakukan.

Efektivitas penggunaan waktu tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah waktu yang dikeluarkan. Orang yang bekerja 8 jam sehari dalam seminggu, belum tentu lebih efektif dibandingkan orang yang bekerja hanya 2 jam sehari. Yang membedakannya adalah apa saja yang dilakukannya dalam masa kerja itu. Ada istilah "work hard and smart" yang dapat menjelaskan hal ini. Stephen Covey menjelaskan dengan gamblang mengenai efektivitas dan prioritas penggunaan waktu dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People dan First Thing First. Pendekatan 80/20 (Pareto) juga bisa digunakan sebagaimana dijelaskan oleh Richard Koch dalam bukunya 80/20 Principle (www.the8020principle.com), Living the 80/20 Way dan The 80/20 Individual.

Roger Hamilton dalam bukunya Wink and Grow Rich dengan membagi 24 jam waktu kita berdasarkan penggunaanya yaitu: TIDUR, DIHABISKAN (spend), MEMBUAT JARINGAN dan BELAJAR. Orang yang efektif lebih banyak menggunakan waktunya untuk DIINVESTASIKAN dengan membuat jaringan, belajar dan sedikit untuk dihabiskan dan tidur. Orang yang tidak efektif menggunakan waktunya secara serampangan, yaitu dengan lebih banyak waktu yang DIHABISKAN alias dibuang-buang dan tidur, sementara sedikit sekali atau bahkan tidak ada untuk membuat investasi dalam membangun jaringan dan belajar.

So, sudahkah kita menggunakan waktu dengan efektif dan bijak? Sekali-sekali cobalah hitung ROTI kita.

Salam FUUUNtastic TDA!
Roni,

Monday, August 07, 2006

API


27 Juli 2006 00:02
GREG Stielstra adalah direktur perusahaan penerbitan Zondervan. Bertahun-tahun ia membangun karier dengan mempromosikan buku yang diterbitkan oleh perusahaannya. Pengalaman-pengalaman ini mendorongnya menulis sebuah buku yang diberi judul Pyro Marketing.

Menurut Greg, pemasaran secara tradisional mirip gerakan air. Titik keberhasilannya adalah pada volume atau kuantitas. Semakin banyak air yang kita miliki, semakin besar daerah yang bisa kita banjiri. Tapi, kalau berpikir terbalik ala "anti-marketing", kita akan menemukan teknik pemasaran yang berbeda. Yaitu pyro marketing, yang mirip dengan api.

Api menyebar tidak membutuhkan volume atau kuantitas, melainkan satu titik api. Mungkin sangat kecil, tapi api akan berkobar dahsyat kalau ada lahan kering yang mudah menyala. Ini inti makalah saya ketika saya berbicara di depan sejumlah bankir anggota Perbanas dalam acara rutin mereka di Bandung, minggu lalu.

Zaman sekarang, ketika Anda adalah sebuah bank kecil dengan bujet sangat terbatas tapi manajemen menuntut untuk bisa menciptakan efek ombak dan banjir air bah yang dahsyat, Anda bisa saja jadi frustrasi dan hilang akal. Nah, Anda butuh pemikiran terbalik ala anti-marketing.

Misalnya, dana Anda sangat terbatas untuk mendirikan ATM di mana-mana. Maka, solusinya adalah seperti apa yang diajarkan dalam pyro marketing, yaitu temukan lahan yang kering. Yang mudah bernyala. Katakan saja lahan itu adalah shopping mall, di mana kini shopping mall adalah "hub" yang menghubungkan kita dengan relasi, teman sejawat, kolega, dan sebagainya. Ketika ATM bank Anda tampil high profile di semua shopping mall, niscaya brand awareness Anda juga ikut terdongkrak sangat tinggi.

Marketing gaya api seperti pyro marketing punya satu efek unik, yaitu api mudah berpindah. Apalagi bila ditiup angin. Istilah Betawi-nya, "gampang nyamber".

Bank umumnya jorjoran memberikan hadiah undian. Nilainya kadang bisa bermilyar-milyar. Belum lagi biaya publikasinya. Namun banyak eksekutif bank yang mengeluh bahwa efek promosi ini semakin pudar. Tidak lagi manjur. Karena lebih banyak konsumen yang kalah daripada menang. Seringkali malah pemenangnya tidak dipromosikan secara gamblang. Sehingga kredibilitas program undian dianggap lemah. Biarpun demikian, mereka takut untuk tidak berpromosi. Situasinya serba salah. Tetap makan obat, tapi semua tahu obatnya tidak manjur. Akibatnya, puyeng dan sakit kepala tidak juga hilang.

Solusinya, kata Greg, mudah sekali. Yang harus dilakukan adalah memberi konsumen korek api. Maksudnya, agar konsumen ikut merasakan samberan api. Pengalaman ini akan membuat konsumen bergairah. Simak saja acara-acara kuis di TV. Hadiahnya seringkali tidak terlampau besar. Tapi, yang luar biasa, TV selalu bisa membuat orang bergairah. Sebab yang penting bukan hadiahnya semata, melainkan juga pengalaman menang itu. Ini yang menjadi api yang mudah berkobar dan nyamber ke mana-mana.

Menurut Greg, gunakan efek itu. Jangan hanya mempromosikan besarnya hadiah. Tapi promosikan prosesnya menjadi pemenang. Kalau api sudah berkobar, maka api juga akan menjalar ke mana-mana. Jangan biarkan api menjadi padam!

Begitu langkah selanjutnya dalam pyro marketing. Artinya, konsumen harus kita manfaatkan menjadi duta, yang akan membantu menyebarkan pesan promosi. Untuk yang satu ini, Anda harus menjadikan konsumen sebagai seorang aktivis yang aktif dan mau berkampanye gratis buat Anda.

Pernah sekali, saya makan siang dengan seorang direktur bank. Selesai makan, saya berinisiatif membayar tapi mencabut kartu kredit yang salah. Yaitu bank kompetitor. Tentu saja ia marah dan tersinggung. Kenapa? Saya dengan malu bercerita apa adanya bahwa saya menganggap kartu kredit banknya kurang prestige. Itu sebabnya, saya tanpa sadar selalu memilih kartu kredit yang di bawah alam sadar saya anggap paling prestige.

Pyro marketing merupakan sebuah pembelajaran yang unik. Karena sebagian besar deduksinya didapat dari pengalaman. Pengalaman untuk tidak takut melawan arus. Berpikir terbalik ala anti-marketing.

Kafi Kurnia
peka@indo.net.id
[Intrik, Gatra Nomor 36 Beredar Kamis, 20 Juli 2006]

PENGALAMAN IKUT PAMERAN


Pernah ikut Pameran atau bazar?
Ini adalah pengalaman pertama saya, jangankan ikut... melihat-lihat saja sangat jarang ( kebanyakan TBD sih/ alias kuper n capek di jalan, jadi males keluar rumah klo liburan,... sekarang tidak lagi....sejak kut TDA n demi masa depan calon TDA 100% ini.. )

sejak diumumkan Mas Hantiar tentang akan diselenggarakannya Pameran produk Indonesia (PPI). ingin rasanya saya ikut meskipun belum punya produk andalan. Pokoknya harus ikut.....
Saya langsung berusaha mencari teman untuk join menjadi peserta pameran ini.... ( maklum untuk sendirian masih terlalu muahal... gitu) saya umumkan via milis... ada beberapa rekan TDA yang mau gabung....tapi tidak ada kelanjutanya..
Sampai 2 minggu menjelang pameran saya di sms mas hantiar kalau ada mas budi dari TDA jogja yang mau ikut... saya kontak beliau dan sepakat mau ikut...
Kita hubungi mas hantiar, ternyata.. stan tinggal 1, dan waktu menghubungi hubungi panitia ternyata stan satu-satunya itu sudah di buking orang alias sudah habis....
Padahal saya sudah secara parerel memproduksi beberapa barang.....dan bikin web site ( www.malioborostreet.com )kejar tayang.... saya putuskan hentikan produksi....
Empat hari menjelang pameran saya ditelepon mas budi bahwa ada peserta yang membatalkan pameran menanyakan apakah saya masih minat ikut PPI... tanpa pikir panjang saya iyakan... dan minta untuk cepat2 produksi barang kembali produk.....
sehari berikutnya saya dapat kabar bahwa stan itu di diskon 50%... alhamdulillah ....
terima kasih juga buat mas hantiar yang sudah bersusah payah mempermudah urusan kami.
Dan kemaren dengan persiapan seadanya kami sudah mulai dispaly barang....
Sambil clingak-clinguk kiri kanan... WOW ternyata stan2 lain dipersiapkan sangat matang.. mungkin berbulan-bulan... dan produknya pun keren2.... dan banyak dari instasi yang sudah bonafit..
Ternyata sangat buanyak... orang2 hebat di luar sana...ini membuka wawasan saya....
Kepada rekan rekan TDA kami mengundang untuk menyaksikan PPI di kemayoran tgl 7-15 temukan banyak AHA di sana....
Menurut saya pameran ini sangat menarik... sepintas waktu clingak-clinguk kemaren waktu belum buaka saja saya dapat buanyak AHA n wawasan baru.....
Rekan2 TDA yang ikut pameran ini ada pak Hertanto, mas Hantiar, mas budi dan saya..
Untuk mengintip produk yang saya displai silahkan kunjungi:
www.malioborostreet.com (sedikit iklan boleh ya...)
Akhirnya saya jadi ikut PPI juga....... semoga berkelanjutan n menjadikan ini untuk menjadi TDA 100%...

Pangestu
malioborostreet.com
pingin pulang kampung saja.........jogja i miss you....
YM : masestu

SEMINAR MARKETING ONLINE WITH ANNE AHIRA


Selamat dan sukses ya atas terselenggaranya seminar kemarin dengan peserta yang cukup banyak menurut saya. Terutama kepada para fasilitator: Bu Febby dari www.alifcollection.com, Pak Eko, Pak Muhidin. Two thumbs up! Mewakili teman-teman, saya ucapkan terima kasih.

Kepada para pembicara dari Bandung dan Cimahi, Mbak Anne Ahira dan Pak Eddy Aji Poerwanto, terima kasih banyak atas sharing ilmu dan pengalamannya. Hanya itu yang bisa kami sampaikan mengungkapkan rasa terima kasih ini.

Kepada para pendukung acara yang telah berbagi doorprizenya: Pak Masbukhin dengan voucher perdananya, Pak Eddy dari www.warungbarokah.com dengan kemeja dan mugnya, Pak Teguh dari www.rumahmuslimah.com dengan baju kokonya, Pak Hasan Basri dari www.grosirtanahabang.com dengan VCD Seminar Online dari Bob Julius Onggo, Pak Yuswa dari www.flasindo.com dengan CD Joomlanya. Dan teman-teman lain yang tidak sempat saya sebutkan.

Inilah hikmah dari kebersamaan kita. Saling berbagi, saling memberi manfaat. Kalau ini terus kita budayakan, saya tidak bisa membayangkan hasil yang akan kita capai di TDA ini.

Jangan lupa, kita ada PR dari Mbak Ahira untuk membuat website TDA. Saya tunggu action dari TDA IT.

Terima kasih sekali lagi.

Salam FUUUNtastic TDA!
Apa pun bisa kita lalukan kalau kita bersama.

Wassalam,
Roni,
Provokator TDA

SENSASIONAL OFFER SATE MARANGGI


Kalau saya tidak salah tangkap, inti dari sensational offers ini adalah :
1. mengungkapkan keunggulan produk (kita harus yakin bahwa produk yang
dijual unggul,...) dengan batasan waktu tertentu (jika diperlukan, untuk
membangkitkan scarcity-nya),...tapi hati hati agar tidak „OVER PROMISE –
UNDER DELIVER“,...nanti malah jadi boomerang,...merusak nama baik
sendiri,...jadi menawarkan keunggulan produk yang kita mampu untuk
memenuhinya,...

2. Jika ingin panjang„NAPAS“, Sebelum membuat sensational offers, tentu
kita harus menghitung berapa Harga Pokok Produksi (HPP) sehingga walaupun
ada program GRATIS, kita tetap bisa mengontrol dan merencanakan budget
untuk program ini.

3. Tidak lupa, yang harus diperhatikan adalah buat SISTEM, walaupun
sederhana,...yang penting kita bisa mengontrol penjualan,...jangan sampai
PROGRAM GRATIS ini dijadikan ”celah” oleh karyawan kita untuk menipu,...
(kan kita tidak mungkin harus seharian jaga warung,...),..misalnya buat
tanda bukti (isi form tertentu lengkap dengan nama/no telpon dll)bagi
yang telah mendapatkan PROGRAM GRATIS ini, agar kita bisa mengetahui
berapa jumlah yang terjual dan berapa jumlah yang GRATIS/PRIVE/COMPLIMENT.

Seperti misalnya program gratis yang saya tawarkan, ada beberapa kondisi
yang harus dipenuhi : (program yang ini sudah berakhir bulan juli)
- GRATIS „PASAR“ (Paket Standar)10 tusuk + Nasi + Es Kelapa Muda berlaku
untuk EU bandung
- GRATIS „PASAR“ untuk minimal belanja 50 ribu rupiah.
- GRATIS 10 tusuk sate saja, untuk minimal pembelian 30 tusuk (sebenarnya
ini sama dengan diskon,...namun kita jangan menggunakan kata diskon,
karena menimbulkan kesan tidak laku,...
- GRATIS 5 tusuk sate saja (untuk mencoba), dan harus mengisi form kritik
saran / testimoni

sensational offers, bukan hanya memberikan GRATIS / GARANSI,..kalo kata
TDW harus ada FEAR and GREEDY, pada dasarnya manusia ingin menghindari
kerugian sesedikit mungkin dan mendapatkan keuntungan sebanyak banyaknya,
begitu katanya,...dan itulah yang dimainkan,...

Untuk teman teman komunitas TDA, saya menawarkan program GRATIS ini,
berlaku s/d akhir agustus 2006, khusus makan ditempat, dengan syarat
memberikan testimoni dan menyebarkan mulut ke mulut, (bawa potongan e-mail
ini, berlaku untuk satu orang) dan jangan lupa sms saya, jika tidak ada di
tempat, untuk bahan cross cek dgn bagian kasir, sebagai berikut :

1. Gratis 10 tusuk sate, bagi yang masih tdb ataupun amphibi (punten
ya,...agar termotivasi he he he
2. Gratis 1 bh ”PASAR”, bagi full tda
3. Gratis 2 bh ”PASAR”, bagi full tda yang membawa anggota keluarga lebih
dari 4 orang
4. Gratis 3 bh ”PASAR”, bagi full tda yang membawa anggota keluarga lebih
dari 4 orang, dan WAJIB memasang Photo dan testimoni di BLOG atau WEB
nya,...(terima kasih banyak sebelumnya,...)

Ayo ayo ayo,...para sobat tda ers,...kami menunggu kehadirannya,... O
IYA,... warung sate kami saat ini hanya menempati halaman ukuran 8 X 8
meter,...dibawah kanopi,...baru ada 5 meja,...saya berpikir : yang penting
orang orang pd tahu dulu enaknya sate maranggi karuhun,...kalau sudah
laris dan banyak pelanggan, gampang lah nanti diperbesar lagi,...dan
kontribusi dari pesan antar ternyata lebih besar dari pada makan
ditempat,...padahal saya juga pengen warungnya kelihatan banyak
pengunjung, maka saya buat program khusus makan ditempat,...

Berikut adalah Brosur yang sudah saya sebar, sudah dilengkapi alamat/no
telp, denah lokasi, rencana cabang yang akan dibuka, daftar menu dan
harga, voucher khusus makan ditempat & label HALAL, Target saya di bulan
oktober 3000 tusuk per hari, salah satu impian saya yang terbaru adalah
membeli rumah yang sekarang ditempati untuk berjualan, setelah omset 4
juta per hari,...insya allah awal tahun 2007 (sesuai saran P’ Budi
Rahmat,...beli properti bukan hanya untuk dapat properti aja ya
pak,...tapi untuk dapet tambahan cash keras dan asset,...),...jadi yang
nyicil rumahnya adalah para karyawan kita,...

13 alasan mengapa anda harus makan sate maranggi di ”KARUHUN” :
1. GARANSI 100% uang kembali, untuk sate yang tidak empuks
2. Harga HEBOH, berani dibandingkan, hanya Rp. 10.000,- per 10 tusuk
3. GRATIS 10 tusuk sate untuk pembelian minimal 30 tusuk (s/d 10 agustus
2006)
4. Hanya menggunakan Daging Kambing/Sapi muda yang segars dan berkhasiat
5. Empuks satenya,…Suegers Pedasnya,…Muantaps Rasanya,…
6. GARANSI 100% resep ASLI KARUHUN Maranggi
7. Lokasi Mudah dijangkau, tidak macet dan parkir luas
8. Males keluar rumah/kantor ? Gratis biaya kirim,tdk dibatasi jml
pembelian,radius 5 km
9. Bonus Spesial : Kumpulkan Faktur 5 X transaksi
BONUS KHUSUS MAKAN DITEMPAT (bawa potongan Voucher, u/ poin 10 & 11,
berlaku sampai dengan akhir agustus 2006)
10. Rp. 15.000,- 20 tusuk sate kambing, JAM 16.00 s/d 19.00,
11. Rp. 20.000,- 20 tusuk sate sapi, JAM 16.00 s/d 19.00
12. GRATIS 1 Gelas Es kelapa muda, jam 12.00 s/d 14.00
13. GRATIS Nasi tambahan sepuasnya per orang

Demikian, P’ Asep Andry semoga cukup informatif, mohon maaf jadi cerita
ngalor ngidul,...
O iya P’ Roni dan teman teman mohon maaf (seperti yang sudah saya
informasikan ke Bu’ Roes dan P’ Dwi Wahyono) kemarin saya tidak sempat
join di tour de cimahi, karena kebetulan harus ke jogja dan surabaya,
untuk transaksi Bisnis GENie Nail art.

Salam revolusioner,...super puantastik,...
Surya ”Karuhun”
08161313613
Sate maranggi KARUHUN
ENAK Satenya,...UNIK Bumbunya,...

EVALUASI BISNIS PERTENGAHAN TAHUN


Sebagai seorang business owner peran utama anda adalah: sebagai pembimbing (coach), perencana, menentukan target, mewawancarai dan merekrut anggota tim, melatih, menciptakan sesuatu, dan mengelola bisnis anda.

Sejauh ini, bagaimana pencapaian anda mencakup hal-hal tersebut di atas?

- Apakah anda sudah memiliki waktu yang cukup dan berkualitas dalam merencanakan masa depan bisnis anda?

- Apakah anda sudah mengalokasikan cukup waktu untuk melatih dan mengembangkan anggota tim anda?

- Apakah anda berada di jalan menuju tujuan/target bisnis dan pengembangan pribadi anda?

- Apakah anda mampu bersikap secara bijak dan konsisten dalam menanggapi apa yang terjadi pada bisnis, diri, keluarga dan lingkungan anda?

- Apakah anda meninggalkan pekerjaan yang tak terselesaikan di setengah tahun ini?

- Sudahkah anda mengkomunikasikan tujuan, strategi dan rencana anda kepada tim anda?

- Apakah anda sudah menentukan target/tujuan untuk tahun ini?

- Apakah anda sudah terlibat langsung dengan realitas di perusahaan dan pasar bisnis anda?

- Seandainya ada, apakah ada keputusan yang telah anda sesali dan ingin anda ubah di sisa setengah tahun ini?

- Seandainya anda bisa memutar tahun ini dari awal lagi, apakah ada hal yang ingin anda lakukan secara berbeda?

Sebuah evaluasi kritis hendaknya anda buat untuk mengevaluasi secara jujur perkembangan diri anda mencakup 3 hal: pengembangan pribadi, pengembangan sikap dan pengembangan keterampilan (skill).

Daftar ini bisa anda kembangkan sesuka anda. Buatlah daftar tambahan sampai 50 pertanyaan yang akan membantu anda untuk bisa mengelola organisasi dan pribadi anda.

Anda mungkin berpikir hal ini terlalu dini untuk dilakukan di tengah tahun ini. Lagi pula ini baru awal bulan Juli. Tapi, kita harus sadari, waktu bergerak cepat. Tanpa kita sadari kita sudah mendekati akhir tahun. Bagaimana anda akan menghabiskan beberapa bulan ke depan ini untuk bisa meraih tujuan anda, harapan anda, dan sukses bagi bisnis anda.

Sudah sewajarnya kita pikirkan dari sekarang...

by Mr. Roni